Sabtu, 21 Januari 2017

Fenomena Langit Selama Tahun 2017


Sebelumnya di tahun 2016, Indonesia pernah mengalami gerhana matahari total di sejumlah provinsi. Namun pada tahun 2017 mungkin fenomena langit di Indonesia tidak terlalu menabjubkan karena hampir sama seperti tahun tahun sebelumnya yaitu hujan meteor, Supermoon, Maupun oposisi planet.





Jika di tahun 2016 Indonesia dilanda gerhana matahari total dan gerhana bulan panumbra maka fenomena langit Indonesia pada tahun 2017 hanya ada satu gerhana bulan sebagian dengan persentase yang sangat minim. Mungkin tahun ini, bukan tahun yang tepat untuk menyaksikan gerhana di Indonesia.

Namun kali ini saya akan membahas 
fenomena langit yang ada di Indonesia maupun di luar Indonesia. Yang pastinya setiap fenomena atau peristiwa langit, saya tulis akan terjadi di Indonesia atau tidak.

Berikut beberapa fenomena astronomi maupun fenomena langit yang akan terjadi di tahun 2017

3 Januari - Hujan Meteor Quadrantid
Hujan meteor adalah fenomena 
pertama yang tentunya terjadi di Indonesia. Diperkirakan sebanyak 40 meteor per jam akan melewati Indonesia pada puncaknya. Hal ini disebabkan oleh produksi butir debu yang ditinggalkan oleh komet punah yang dikenal sebagai 2003EH1 yang ditemukan pada tahun 2003

Hujan meteor ini akan terjadi setiap tahun dari tanggal 1 sampai 5 januari. Meteor akan memancar dari konstelasi Bootes, tetapi bisa saja muncul dimana saja di langit.

12 Januari - Venus disebelah barat
Planet venus akan mencapai elongasi timur 47,1 derajat dari matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat venus karena akan berada pada titik tertinggi diatas cakrawala di langit malam. Oh ya, venus akan terlijat sebagai bintang putih terang dan tentunya fenomena ini akan terjadi di Indonesia.

19 Januari - Merkurius disebelah timur
Planet merkurius akan mencapai 
elongasi barat terbesar 24,1 derajat dari matahari. Sama seperti venus, Merkurius akan terlihat seperti titik putih kecil. Merkurius akan terlihat di langit timur sebelum matahari terbit.

11 Februari - Gerhana bulan panumbra
Sebuah gerhana panumbra akan terjadi ketika bulan melewati bayangan parsial bumi. Selama gerhana terjadi, bulan akan sedikit lebih gelap namun tidak sepenuhnya. Sayangnya, gerhana bulan panumbra ini tidak terjadi di Indonesia dan hanya terjadi di sebagian besar bagian timur Amerika Selatan, Kanada Timur, Samudra Atlantik, Eropa, Afrika, dan Asia Barat.


26 Februari - Gerhana matahari cincin
Gerhana matahari cincin akan terjadi saat bulan terlalu jauh dari bumi dan mengakibatkan menutupi matahari. Hal ini tentunya akan menghasilkan cincin cahaya di sekitar bulan gelap. Jalur gerhana akan dimulai di lepas pantai Chili dan melewati Chili Selatan, dan Argentina Selatan, lalu melintasi Samudra Atlantik, lalu ke Angola dan Kongo di Afrika.


20 Maret - Vernal Equinox
Matahari akan menempati dititik vernal equinox atau yang biasa disebut perpotongan garis ekliptik dan equator dalam pergerakkannya ke utara. Karena berada di ekuator, maka matahari tentunya akan menyinari seluruh bagian/belahan bumi secara merata. Sehingga durasi siang dan malam akan sama diseluruh dunia.

Vernal Equinox juga menandakan musim semi dibelahan bumi utara dan musim gugur dibelahan bumi selatan. Fenomena ini akan terjadi di Indonesia ketika memasuki musim kemarau.


1 April - Merkurius disebelah barat senja
Planet merkurius akan mencapai elongasi timur sebesar 19 derajat daru matahari. Merkurius akan terlihat disebelah langit barat setelah matahari terbenam.


7 April - Oposisi planet Jupiter
Oposisi Jupiter akan terjadi ketika bumi berada diantara matahari dan Jupiter. Planet raksasa ini akan berada paling dekat dengan bumi dan akan sepenuhnya diterangi oleh matahari. Jupiter akan terlihat di langit timur senja, di meridian saat tengah malam, dan disebelah barat saat matahari terbit. Maka dari itu Jupiter akan terlihat sepanjang malam dan dapat disaksikan diseluruh wilayah Indonesia dengan mata telanjang sebagai bintang putih terang.


22 sampai 25 April - Hujan meteor Lyrid
Hujan meteor Lyrid akan terjadi di Indonesia pada musim kemarau. Sehingga lebih mungkin diamati tanpa gangguan awan. Hujan meteor ini akan menghasilkan setidaknya 20 meteor per jam. Hai ini disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 61 Thatcer yang ditemukan pada tahun 1861. Meteor ini kadang menghasilkan jejak debu terang yang berlangsung selama beberapa detik. Hujan meteor Lyrid akan terlihat dari arah rasi Lyra disebelah langit utara.


5 Mei - Hujan meteor Eta Aquarid.
Setelah hujan meteor Lyrid terjadi, akan berlangsung hujan meteor Eta Aquarid. Diperkirakan 60 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius disebelah langit timur Indonesia. Eta Aquarid juga disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley.


11 Mei - Mini moon
Kalau ada supermoon, pasti juga ada fenomena Minimoon. bedanya minimoon terjadi ketika bulan mencapai fase bulan purnama dari titik terjauh bumi atau yang biasa disebut apogee. Minimoon ini juga yang paling kecil serta redup kedua sepanjang sejarah. Minimoon dapat diamati sepanjang malam antara 10 sampai 11 Mei diseluruh wilayah Indonesia


3 Juni - Venus disebelah timur
Planet Venus dapat diamati di Indonesia dengan elongasi mencapai 45,9 derajat. Dengan ketinggian hingga 46 derajat, pastinya Venus akan mudah ditemukan. Jika kamu mengamatinya dengan mata telanjang, Venus akan terlihat sebagai bintang putih terang.

15 Juni - Oposisi Saturnus

Setelah oposisi Jupiter, di bulan juni 2017 nanti akan terjadi oposisi planet Saturnus. Ini dikarenakan bumi berada diantara matahari dan Saturnus. Planet bercincin ini akan berada paling dekat dengan bumi dan akan sepenuhnya di terangi oleh matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dari Indonesia dapat dapat di amati sepanjang malam. Saat senja Saturnus akan berada di langit timur, Tengah malam akan berada di meridian dan saat fajar akan berada di langit barat.

9 Juli - Mini Moon
Mini moon akan kembali menyapa Indonesia bertepatan dengan bulan purnama. Jadi, bulan purnama bulan juli nanti, merupakan bulan purnama yang terkecil di tahun 2017. Mini moon nanti bulan akan terlihat redup dan lebih kecil. Mini moon dapat di amati sepanjang malam hingga tanggal 10 Juli.

28 Juli - Hujan Meteor Delta Aquarids
Hujan meteor akan kembali menghiasi langit Indonesia di bulan juli nanti. Diperkirakan hujan meteor Delta Aquarids ini memproduksi sebanyak 20 meteor per jamnya dan datang dari arah rasi aquarius di langit zenit. Hujan meteor ini akan terus terjadi dari tanggal 12 Juli hingga 23 Agustus dan puncaknya terjadi pada tanggal 28 Juli. Oh ya hujan meteor ini disebabkan oleh puing puing yang di tinggalkan oleh komet Marsden dan Kracht.

30 Juni - Merkurius di langit barat
Planet Merkurius akan terlihat dari bumi dengan ketinggian mencapai 27 derajat. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Merkurius karena akan berada di titik tertinggi diatas cakrawala saat setelah matahari terbenam. Sayangnya Merkurius tidak dapat terlihat dari Indonesia saat bulan Juni nanti.

8 Agustus  -  Gerhana Bulan Sebagian
Ini merupakan satu satunya gerhana yang bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2017. Gerhana bulan terjadi ketika sebagian wajah bulan bagian selatan akan memasuki bayangan umbra bumi. Sehingga bulan bagian selatan akan terlihat sebagai warna merah redup. Gerhana bulan ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia yang berlangsung antata pukul 12 sampai pukul 2 WIB tengah malam. Puncaknya akan terjadi pukul 1.21 WIB dengan persentase mencapai 25 persen bagian bulan yang tergerhanai.

12 Agustus - Hujan Meteor Perseids
Hujan meteor ini dapat di amati dari Indonesia dari arah rasi Perseus langit utara. Hujan meteor ini memproduksi  
hingga 60 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor Perseids diakibatkan komet Swift Tuttle yang ditemukan pada tahun 1862. Perseids biasanya menghasilkan sejumlah besar meteor yang cukup terang. Namun karena pada tanggal 12 Agustus nanti bulan akan berada di fase cembung, Jadinya hujan meteor ini agak susah teramati karena gangguan cahaya bulan.

21 Agustus - Gerhana Matahari Total
Gerhana matahari total akan terjadi ketika bulan sepenuhnya menghalangi sinar matahari yang datang ke bumi. Fenomena ini hanya terjadi di wilayah Amerika Serikat. Gerhana matahari total akan terlihat di bagian Orgeon, Idaho, Wyoming, Nebraska, Missouri, Kentucky, Tonnessee, Carolina Utara, dan Carolina Selatan. di bagian Amerika utara dan selatan hanya mengalami gerhana matahari parsial. Gerhana matahari total terakhir yang terjadi di Amerika Serikat adalah tahun 1979.

5 September - Oposisi Neptunus
Planet biru ini akan berada paling dekat dari bumi dan akan sepenuhnya diterangi oleh matahari. Karena jaraknya yang sangat mainstream dari bumi, Neptunus hanya akan muncul sebagai titik biru kecil.

12 September - Merkurius Di Langit Timur
Planet Merkurius dapat terlihat di ketinggian 17,9 derajat sebelum matahari terbit. Sayangnya Merkurius tidak dapat teramati dari Indonesia.

23 September - Autumnal Equinox
Kebalikan dari Vernal Equinox, Matahari akan berada di titik Autumnal Equinox atau berpotongan garis ekliptik dan ekuator dalam pergerakannya ke selatan. Sehingga matahari akan menyinari seluruh bagian bumi secara merata dan mengakibatkan durasi siang dadn malam akan sama di seluruh dunia. Autumnal Equinox juga menandakan datangnya musim gugur di bagiam bumi utara dan musim semi di bagiam bumi selatan. Sedangkan Indonesia menandakan musim hujan.


7 Oktober - Hujan Meteor Draconids 
Draconids merupakan hujan meteor kecil yang hanya memproduksi sekitar 10 meteor per jam. Hujan meteori ini dihasilkan oleh komet 21P Giacabini - Zinner yang pertama kali ditemukan pada tahun 1900. Sayangnya hujan meteor ini susah terlihat karena terhalangi oleh cahaya bulan purnama. Hujan meteor ini terjadi antara tanggal 6 sampai 10 Oktober. Puncaknya terjadi pada tanggal 7 Oktober.


19 Oktober - Oposisi Uranus
Planet Uranus akan berada paling dekat dengan bumi dan dapat di amati sepanjang malam. Karena jaraknya yang cukup jauh, maka Uranus hanya terlihat sebagai titik biru-hijau kecil. Sayangnya fenomena ini tidak dapat teramati dari Indonesia


21 Oktober - Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor ini akan terlihat di Indonesia saat musim hujan. Sehingga lebih susah di amati karena terhalang oleh awan. Diperkirakan Orionids akan memproduksi mecapai 20 meteor per jam dan dapat terlihat dari arah rasi orion. Hujan meteor ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.


17 sampai 18 November - Hujan Meteor Leonids
Diperkirakan hujan meteor ini akan melesat sebanyak 15 meteor per jamnya dari arah konstelasi Leo. Hujan meteor ini terbilang unik karena memiliki puncak setiap 33 tahun sekali dimana ratusan meteor per jam dapat terlihat dan yang terakhir terjadi pada tahun 2001. Leonids dihasilkan oleh butir debu yang ditinggalkan oleh komet Temple-Tuttle yang ditemukan pada tahun 1865. Sayangnya hujan meteor ini tidak bisa di amati dari Indonesia.


24 November - Merkurius Di Langit Senja
Planet Merkurius akan berada diketinggian 22 derajat dari matahari. Dan dapat di lihat sebagai bintang putih terang setelah matahari terbenam.


3 Desember - Supermoon
Supermoon bulan desember nanti akan bertepatan dengan bulan purnamadan akan terlihat sedikit lebih besar dan terang. Fenomena ini dapat disaksikan sepanjang malam dan pastinya di seluruh wilayah Indonesia.


14 Desember - Hujan Meteor Geminid
Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor terakhir yang menghiasi langit Indonesia pada tahun 2017. Geminid juga cukup banyak memproduksi meteor yaitu sekitar 120 per jamnya. Hujan meteor geminid disebablan oleh puing puing yang ditinggalkan oleh sebuah asteroid yang dikenal sebagai 3200 Phaeton. Asteroid tersebut ditemukan pada tahun 1902. Puncak meteor geminid akan berlangsung saat tengah malam hingga pagi tiba.

Itulah beberapa fenomena langit maupun fenomena astronomi yang akan terjadi pada tahun 2017. Memang Indonesia mengalami fenomena yang tidak terlalu menabjubkan. Admin sih lebih suka sama Gerhana bulan sebagian di Indonesia, Kamu yang mana?