Jumat, 01 Januari 2016

Fenomena Langit di Indonesia Selama Tahun 2016

Tahun 2015 kini telah mencapai lembaran-lembaran terakhirnya. Tanpa terasa kita akan segera tiba di penghujung tahun 2015. Hanya tinggal hitungan beberapa bulan, tahun yang baru siap membawa kita kepada banyak harapan juga kesempatan yang baru. Tahun 2016 nanti yang tentunya kita harapkan akan menjadi lebih baik dari tahun 2015 ini.

Jika diingat-ingat, tahun 2015 lalu kita di Indonesia telah mendapat banyak kesempatan untuk menyaksikan berbagai fenomena langit. Diantaranya gerhana bulan total saat senja pada 4 April 2015. Venus yang terang benderang di langit barat saat senja sepanjang awal tahun 2015. Hingga hujan meteor Perseids yang menjadi hujan meteor terbaik tahun 2015 karena bertepatan dengan fase bulan baru.
Meteor-meteor Perseids di tahun 2015. Kredit: Dooj Brawls.

Nah jika pada tahun 2015 sudah begitu banyak fenomena astronomis yang sangat memukau, bagaimana dengan fenomena astronomis tahun 2016 nanti? Apakah akan banyak fenomena langit yang bisa dilihat di Indonesia? Apakah akan ada lebih banyak peristiwa astronomis yang lebih menakjubkan? Dan apa perlu persiapan untuk mengamati semua itu?

Fenomena Langit di Indonesia Tahun 2016


Nah tanpa perlu berpanjang lebar lagi, berikut adalah serangkaian fenomena langit yang akan dapat disaksikan di Indonesia selama tahun 2016. Namun perlu diketahui sebelumnya bahwa yang akan disebutkan di sini hanyalah fenomena astronomis yang terlihat di Indonesia. Jadi untuk fenomena-fenomena astronomis yang tidak teramati di Indonesia tidak akan kami bahas.

Senin, 4 Januari 2016 - Puncak Hujan Meteor Quadrantids

Hujan meteor Quadrantids sebenarnya berlangsung sejak akhir Desember tahun 2015. Namun puncaknya baru terjadi pada Senin dini hari 4 Januari 2016 dengan itensitas hingga 130 meteor tiap jam. Meteor-meteor Quadrantids akan terlihat melesat dari arah rasi Bootes di timur laut menjelang fajar. Pengamatan puncak Quadrantids juga akan dimeriahkan oleh bulan sabit dan Mars yang saling berdekatan serta Venus di langit timur. Tantangan mengamati hujan meteor Quadrantids adalah mendung dan curah hujan yang tinggi karena di Indonesia tengah mengalami musim hujan.

Rabu, 13 Januari 2016 - Komet Catalina Mencapai Terang Maksimum

Komet Catalina diperkirakan dapat terlihat secara langsung meski redup sejak akhir tahun 2015. Namun meski begitu komet Catalina baru akan mencapai terang maksimumnya pada Rabu, 13 Januari 2016. Perkiraan awal, komet Catalina dapat mencapai magnitudo +4 yang berarti tidak akan terlalu terang sehingga perlu tempat yang benar-benar gelap jika ingin mengamatinya. Komet Catalina dapat terlihat di langit timur laut menjelang matahari terbit.

Selasa, 8 Maret 2016 - Oposisi Jupiter

Oposisi Jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berada berurutan. Karena Bumi ada di antara Matahari dan Jupiter, maka keduanya akan terlihat di arah berseberangan. Yakni ketika matahari terbenam di barat Jupiter akan terbit di timur, Jupiter di meridian tepat tengah malam, dan Jupiter akan tenggelam di barat saat matahari di terbit. Itu artinya Jupiter akan terlihat sepanjang malam sehingga ini jadi waktu terbaik untuk mengamatinya. Ketika oposisi, Jupiter pun akan mencapai terang maksimum dengan magnitudo -2,5. Meski demikian Jupiter hanya akan terlihat sebagai bintang putih terang jika dilihat dengan mata telanjang.

Rabu, 9 Maret 2016 - Gerhana Matahari Total

Pasti banyak yang setuju bahwa inilah fenomena langit paling menarik perhatian di tahun 2016. Fenomena ini bahkan sudah menarik perhatian pecinta astronomi jauh-jauh hari sejak awal tahun 2014. Ya, fenomena ini adalah gerhana matahari total. Indonesia terakhir dilintasi gerhana matahari total pada tahun 1995 atau sudah 20 tahun yang lalu. Kini penantian panjang itu akan segera berakhir karena gerhana matahari total akan kembali melintasi wilayah Indonesia.
Lintasan gerhana matahari total 9 Maret 2016 di Indonesia. Kredit: Fred Espenak / Google Maps.

Namun harus dicatat, gerhana matahari total 9 Maret 2016 tidak akan terlihat di seluruh Indonesia. Daerah yang beruntung dapat menyaksikan gerhana matahari total adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Ya sayangnya seluruh Jawa, Madura, Nusa hingga Papua hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, bukan gerhana matahari total. Dengan begitu solusi jika tetapi ingin menyaksikan gerhana matahari total bagi yang wilayahnya tidak dilalui adalah dengan berusaha "menjemput bola" menuju wilayah yang dilalui.

Bagi Kalian yang ingin menuju lokasi gerhana matahari total tetapi tidak mau direpotkan dengan urusan teknis. Misal mencari informasi lokasi pengamatan, penginapan, transportasi, hingga kacamata filter matahari. Maka Kalian bisa ikut bersama kami dan Info Astronomy untuk mengamati gerhana matahari total di Belitung. Dengan begini diharapkan akses menuju lokasi gerhana matahari total akan lebih mudah, murah dan terarah. Untuk informasi lebih lengkap kunjungi:jejaklangit.com/tour.

Mari kita meriahkan gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia tahun depan!

Senin, 21 Maret 2016 - Vernal Equinox

Vernal equinox adalah saat dimana Matahari berada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya berada di selatan ekuator. Karena hari ini Matahari tepat berada di khatulistiwa, maka panjang siang dan malam di seluruh belahan bumi sama 12 jam. Vernal equinox juga menandakan akan bergantinya musim hujan dengan musim kemarau di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi utara menandakan akan datangnya musim semi dan di belahan bumi selatan menandakan akan datangnya musim gugur.

Rabu, 23 Maret 2016 - Gerhana Bulan Penumbral

Gerhana bulan penumbral terjadi saat Bulan memasuki bayangan semu bumi atau penumbra namun tidak sampai memasuki bayangan pusat bumi atau umbra. Karena tidak sampai memasuki umbra bumi, maka Bulan pun tidak akan terlihat seperti sedang gerhana bulan seperti umumnya. Saat terjadi gerhana bulan penumbral, Bulan hanya akan sedikit lebih redup. Perubahannya pun tidak dapat diamati secara kasat mata.

Gerhana bulan penumbral hari ini akan berlangsung antara pukul 18:39-20:54 WIB. Karena gerhana dimulai tidak lama setelah bulan terbit mungkin akan membuat orang rancu menganggap bulan yang kemerahan karena baru terbit sebagai gerhana. Sekali lagi tidak. Gerhana bulan penumbral tidak akan merubah tampilan bulan sedikitpun. Bulan yang kemerahan disebabkan letak bulan masih pendek sehingga akan terefraksi atmosfer bumi. Sama halnya dengan matahari yang kemerehan saat terbit dan terbenam.

Rabu, 23 Maret 2016 - Bulan Purnama Apogee

Bertepatan dengan gerhana bulan penumbral, Bulan juga akan mencapai fase purnama di titik terjauh dari Bumi atau apogee. Peritiwa ini adalah kebalikan dari bulan purnama perigee atau lebih populer dengan istilah bulan purnama supermoon. Karena berada lebih jauh, maka bulan purnama apogee akan terlihat sedikit lebih kecil dan redup. Puncak bulan purnama apogee hari ini terjadi pada pukul 19:00 WIB dan dapat diamati sepanjang malam antara Rabu malam hingga Kamis pagi. Diameter sudutnya 29,52 menit busur dan menjadi kedua paling kecil dan redup selama tahun 2016.

Jum'at, 22 April 2016 - Bulan Purnama Apogee Terkecil

Inilah bulan purnama apogee paling kecil dan redup selama tahun 2016. Diameter sudutnya hanya 29,4 detik busur. Bulan purnama apogee hari ini pun menjadi yang paling kecil dan redup sejak 5 Maret 2015 hingga 9 Juni 2017. Puncak bulan purnama apogee ini terjadi siang hari pukul 12:23 WIB. Namun tenang, bulan purnama apogee ini masih bisa diamati pada malam harinya yakni antara Jum'at malam hingga Sabtu pagi. Atau bisa juga "mencuri start" sejak Jum'at dini hari.

Sabtu, 23 April 2016 - Puncak Hujan Meteor Lyrids

Di malam yang sama meski telah berganti hari, bulan purnama apogee akan berlangsung bersamaan dengan puncak hujan meteor Lyrids. Hujan meteor Lyrids menjadi hujan meteor pertama di musim kemarau yang berlangsung antara 16-25 April 2016. Pada puncaknya Sabtu dini hari diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor per jam. Meteor-meteor Lyrids akan terlihat melesat dari rasi Lyra di langit utara menjelang fajar. Sayangnya terang cahaya bulan purnama akan menyulitkan pengamatan. Namun karena ini adalah bulan purnama apogee, mungkin saja hujan meteor Lyrids masih dapat terlihat.

Sabtu, 7 Mei 2016 - Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids

Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara 19 April-28 Mei 2016. Pada puncaknya Sabtu dini hari diperkirakan akan terlihat hingga 30 meteor per jam. Rasi Aquarius di langit timur setelah tengah malam akan menjadi arah melesatnya meteor-meteor Eta Aquarids. Beruntung saat puncak Eta Aquarids bertepatan dengan fase bulan baru sehingga cahaya bulan tidak akan menggangu pengamatan. Dengan begitu hujan meteor Eta Aquarids dapat menjadi obat penawar atas kekecewaan jika nanti hujan meteor Lyrids gagal teramati.

Senin, 9 Mei 2016 - Transit Merkurius

Transit Merkurius terjadi ketika Matahari-Merkurius-Bumi tepat segaris lurus. Karena itu saat transit nanti Merkurius akan terlihat melintas di depan piringan matahari. Melihat suatu planet kecil di depan piringan matahari tentu akan menjadi suatu fenomena langka juga menarik. Terakhir kali transit Merkurius adalah pada 8 November 2006 dan baru akan terulang lagi pada 11 November 2019.

Sayangnya di Indonesia transit Merkurius ini terjadi hampir bersamaan dengan terbenamnya matahari. Wilayah yang beruntung dapat menyaksikan transit Merkurius sebelum matahari terlanjut terbenam hanya wilayah Indonesia paling timur seperti Sumatera Selatan dan Aceh. Di sana transit Merkurius akan dimulai beberapa saat sebelum matahari terbenam. Oleh karena itu untuk mengamatinya harus mencari medan pandang yang lapang ke arah barat.

Minggu, 22 Mei 2016 - Bulan Purnama Apogee

Ini adalah bulan purnama apogee terakhir selama tahun 2016. Diameter sudutnya 29,66 menit busur dan menjadi ketiga paling kecil dan redup tahun ini. Bulan purnama apogee hari ini puncaknya terjadi pukul 04:14 WIB dan dapat diamati sepanjang malam antara Sabtu malam hingga Minggu pagi. Tentu ini akan menguntungkan para jomblo di luar sana. Karena jika ditanya mengapa mereka tidak malam mingguan mereka bisa berkilah ingin mengamati bulan purnama apogee sepanjang malam!

Minggu, 22 Mei 2016 - Oposisi Mars

Sama seperti Jupiter di awal Maret, hari ini Mars juga akan mengalami oposisi. Itu berarti Mars akan terlihat sepanjang malam di arah yang berlawanan dengan Matahari. Mars pun akan mencapai terang maksimumnya hari ini dengan magnitudo -2,1 atau hampir mendekati terang Jupiter saat oposisi. Harus diketahui bahwa saat oposisi nanti Mars hanya akan terlihat sebagai bintang merah terang. Mars tidak akan pernah sekalipun terlihat sebesar bulan purnama.

Berbeda dengan planet luar lain yang hampir setiap tahun, Mars termasuk jarang mengalami oposisi. Terakhir Mars mengalami oposisi pada 9 April 2014 dengan magnitudo hanya -1,5 atau lebih redup dari hari ini. Oposisi Mars selanjutnya akan terjadi pada 27 Juli 2018 dengan magnitudo -2,6 atau sudah melampaui terang Jupiter saat oposisi. Karena terulang masih lama, maka oposisi Mars hari ini tidak boleh disia-siakan.

Sabtu, 28 Mei 2016 - Istiwa' Adhom

Pada hari ini pukul 16:18 WIB Matahari akan tepat berada di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap Matahari ataupun mengikuti arah pangkal bayangan benda tegak pada saat itu akan sama artinya mengarah tepat ke arah kiblat. Peristiwa ini tentu akan memudahkan bagi umat muslim untuk mengoreksi arah kiblatnya supaya benar-benar tepat mengarah ke kiblat. Karena tepat menghadap kiblat adalah bagian dari kesempurnaan beribadah khususnya sholat. Peristiwa ini akan kembali terulang pada 16 Juli 2016.

Jum'at, 3 Juni 2016 - Oposisi Saturnus

Saturnus menjadi planet terjauh yang masih mudah terlihat secara langsung. Terlebih jika sedang oposisi seperti hari ini. Saturnus akan terlihat sepanjang malam sebagai bintang putih terang di arah yang berseberangan dengan Matahari. Terang maksimum Saturnus mencapai magnitudo 0 atau masih jauh lebih redup dari Jupiter dan Mars. Sebenarnya ini sangat wajar karena jarak Saturnus pun sangat jauh dibanding Mars dan Jupiter. Dengan bantuan teleskop, Saturnus akan terlihat lebih cantik dengan cincin tebal yang melingkarinya.

Jum'at, 29 Juli 2016 - Puncak Hujan Meteor Delta Aquarids

Rasi Aquarius yang kini berada di langit barat menjelang fajar kembali akan menjadi arah meluncurnya meteor-meteor terang. Kali ini meteor-meteor itu berasal dari hujan meteor Delta Aquarids yang berlangsung antara 8 Juli-19 Agustus 2016. Pada puncaknya Jum'at dini hari diperkirakan akan terlihat 20 meteor tiap jam. Bulan dengan fase sabit di arah timur menjelang fajar juga akan semakin menambah keindahan hujan meteor ini.

Sabtu, 13 Agustus 2016 - Puncak Hujan Meteor Perseids

Inilah hujan meteor yang paling banyak ditunggu. Beritensitas tinggi, banyak menghasilkan fireball dan berlangsung di tengah musim kemarau menjadi alasan disukainya hujan meteor ini. Hujan meteor Perseids berlangsung antara 17 Juli-24 Agustus 2016. Pada puncaknya Sabtu dini hari diperkirakan akan terlihat hingga 100 meteor tiap jam. Rasi Perseus sebagai arah munculnya meteor-meteor Perseids akan berada di langit utara menjelang fajar.

Menariknya tahun 2016 ini hujan meteor Perseids diperkirakan akan mengalami peningkatan aktifitas. Itu karena pada tahun sebelumnya puing-puing komet Swift-Tuttle yang menjadi penyebab hujan meteor ini tertarik mendekat ke arah bumi oleh gaya gravitasi Jupiter. Beruntung bulan yang telah melewati fase kuartir awal tiga hari lalu tidak akan terlalu menggangu pengamatan karena akan tenggelam tidak lama setelah lewat tengah malam.

Sabtu, 27 Agustus 2016 - Konjungsi Venus dan Jupiter

Langit barat saat senja hari ini akan bertambah indah dengan dua planet yang terlihat sebagai bintang putih terang dan saling berdekatan. Dua planet itu adalah Venus dan Jupiter. Venus menjadi yang paling terang dengan magnitudo -3,9 sedangkan Jupiter sedikit lebih redup dengan magnitudo -1,7. Jarak antara keduanya hanya sekitar 29 menit busur atau hampir setara diameter sudut bulan purnama apogee. Namun karena keduanya berada tidak terlalu tinggi dari horison, maka untuk mengamatinya harus mencari medan pandang yang lapang ke arah barat.

Kamis, 1 September 2016 - Gerhana Matahari Sebagian

Tahun depan Indonesia akan benar-benar ramai oleh gerhana matahari. Setelah gerhana matahari total awal Maret lalu kini giliran gerhana matahari sebagian yang akan menyusul. Namun seperti gerhana matahari total lalu, gerhana matahari sebagian kali ini juga hanya dapat disaksikan di beberapa wilayah saja di Indonesia. Wilayah beruntung tersebut adalah Jawa Tengah, Jogja, Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Lampung. Gerhana matahari sebagian kali ini berlangsung hampir bersamaan dengan terbenamnya matahari. Jadi untuk menyaksikannya harus mencari medan pandang lapang ke arah barat.

Sabtu, 17 September 2016 - Gerhana Bulan Penumbral

Gerhana bulan penumbral kembali akan menyapa Indonesia sekaligus menjadi penutup dari serangkaian gerhana selama tahun 2016. Sama seperti akhir Maret lalu, gerhana bulan penumbral kali ini hanya akan menyebabkan bulan sedikit meredup dan bahkan perubahannya tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Gerhana bulan penumbral kali ini akan berlangsung pada Sabtu dini hari hingga menjelang terbit fajar.

Jum'at, 23 September 2016 - Autumnal Equinox

Atumnal equinox adalah saat dimana Matahari berada di perpotongan ekliptik dan ekuator setelah sebelumnya berada di utara ekuator. Karena hari ini Matahari tepat berada di khatulistiwa maka panjang siang dan malam di seluruh belahan bumi sama 12 jam. Autumnal equinox juga menandakan bergantinya musim kemarau dengan musim hujan di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi utara menandakan akan datangnya musim gugur dan di belahan bumi selatan menandakan datangnya musim semi. 

Minggu, 16 Oktober 2016 - Bulan Purnama Perigee

Bulan purnama perigee atau lebih sering disebut bulan purnama supermoon terjadi ketika bulan mencapai fase purnama di titik terdekat dari bumi atau perigee. Karena berada lebih dekat, bulan purnama perigee akan terlihat sedikit lebih besar dan terang. Puncak bulan purnama perigee hari ini terjadi siang hari pukul 11:23 WIB. Namun santai, bulan purnama perigee ini masih bisa diamati pada malam harinya antara Minggu malam hingga Senin pagi. Diameter sudutnya adalah 33,32 menit busur dan menjadi kedua paling besar dan terang selama tahun 2016.

Sabtu, 22 Oktober 2016 - Puncak Hujan Meteor Orionids

Hujan meteor Orionids berlangsung antara 2 Oktober-7 November 2016 dan menjadi hujan meteor pertama di musim hujan. Pada puncaknya Sabtu dini hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor per jam. Nantinya meteor-meteor Orionids akan terlihat melesat dari arah rasi Orion yang berada di meridian dini hari. Sedangkan bulan yang sedang fase kuartir akhir mungkin tidak akan terlalu menggangu pengamatan. Alih-alih malah akan menambah pesona langit selepas tengah malam.

Senin, 14 November 2016 - Bulan Purnama Perigee Terbesar

Inilah bulan purnama perigee paling besar dan terang selama tahun 2016 dengan diameter sudut mencapai 33,5 menit busur. Bulan purnama perigee hari ini pun menjadi yang paling besar dan terang sejak 26 Januari 1948 dan baru akan terkalahkan pada 25 November 2034. Beruntung puncak bulan purnama perigee ini terjadi malam hari pukul 20:52 WIB sehingga Indonesia menjadi lokasi yang ideal untuk mengamatinya. Bulan purnama perigee ini dapat disaksikan sepanjang malam antara Senin malam hingga Selasa pagi.

Kamis, 17 November 2016 - Puncak Hujan Meteor Leonids

Hujan meteor Leonids berlangsung antara 10-23 November 2016. Pada puncaknya Kamis dini hari ini diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Meteor-meteor Leonids nantinya akan terlihat melesat dari rasi Leo di langit timur selepas tengah malam. Sayangnya bulan yang baru tiga hari lalu mencapai fase purnama mungkin masih akan cukup terang dan akan menggangu pengamatan.

Rabu, 14 Desember 2016 - Puncak Hujan Meteor Geminids

Hujan meteor Geminids menjadi hujan meteor terakhir tahun ini yang berlangsung antara 7-17 Desember 2016. Pada puncaknya Rabu dini hari diperkirakan akan terlihat hingga 120 meteor tiap jam. Meteor-meteor Geminids akan terlihat melesat dari arah rasi Gemini di langit barat selepas tengah malam. Sayangnya pengamatan hujan meteorGeminids kali ini mendapat tantangan sangat berat. Diantaranya cuaca yang semakin sering mendung karena mulai memasuki tengah musim hujan. Dan juga karena puncak hujan meteor Geminids bertepatan dengan fase bulan purnama.

Rabu, 14 Desember 2016 - Bulan Purnama Perigee

Inilah bulan purnama perigee terakhir tahun ini yang juga bertepatan dengan puncak hujan meteor Geminids. Bulan purnama perigee hari ini menjadi ketiga paling besar dan terang selama tahun 2016. Diamater sudutnya 33,23 menit busur. Puncak bulan purnama perigee kali ini adalah pagi hari pukul 07:05 WIB. Untuk mengamatinya bisa dilakukan sepanjang malam antara Selasa malam hingga Rabu pagi.

Sekian daftar fenomena langit yang bisa diamati di Indonesia sepanjang tahun 2016. Perlu diketahui juga bahwa daftar yang disebutkan di atas hanya mencakup peristiwa astronomis yang sifatnya periodik sehingga bisa diperkirakan jauh-jauh hari. Jadi untuk fenomena-fenomena astronomis yang sifatnya tidak terprediksi seperti nova, halo bulan dan matahari, serta lainnya tidak kami bahas di sini. Namun jangan khawatir, karena kami tetap akan menginformasikannya melalui media sosial kami.